TELKOM NEWS – Dua tim mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi, Institut Teknologi Sumatera (Itera), berhasil lolos seleksi internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi kedua tim untuk mengikuti tahap seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Seleksi internal PKM ITERA merupakan proses penjaringan proposal mahasiswa yang dilakukan oleh institusi sebelum diajukan ke tingkat nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal mahasiswa serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tim pertama diketuai oleh M Dandy Danisswara (123400009) dengan anggota Rinto Bagus Pratama (123400017), Erlina Asri Purba (123400007), Gusti Tri Cahyo (123400041) dan Bagus Dwi Prayogi (122400008), dengan Dosen Pembimbing Aji Pamungkas Tri Nurchyo, S.T., M.Sc.
Tim ini mengusung proposal berjudul “Penerapan Pheromone Trap berbasis IoT untuk pengendalian hama padi guna mengoptimalkan ketahanan pangan Kelompok Tani Mitra Jaya Desa Negara Nabung” pada skema PKM-PM. Proposal tersebut mengangkat tema pertanian melalui inovasi berupa penerapan teknologi untuk memantau dan mengendalikan hama padi secara real-time guna meningkatkan ketahanan pangan.
Sementara itu, tim kedua dipimpin oleh Zahra Shakilla (124400021) bersama anggota tim Jonatan Kristian Sitorus (124400067), Dwi Yanti Maharani (124400084), David Hasudungan Lumbangaol (124400004), dan Muhammad Allam Dzaky (124400013) dengan Dosen Pembimbing Soraida Sabella, S.T., M.T.
Tim ini mengajukan proposal berjudul “MONAV-GEAR: Rancang Bangun Smart Assistive Device Wearable Deteksi Nilai Mata Uang untuk PERTUNI Bandar Lampung” dalam skema PKM-PM yang berfokus pada perangkat smart assistive device yang dirancang untuk membantu penyandang tuna netra dalam mengenali nominal mata uang secara mandiri dan real time sekaligus meningkatkan aspek keamanan selama melakukan aktivitas transaksi yang dapat dioperasikan tanpa koneksi internet.
Dalam proses penyusunan proposal, kedua tim melakukan berbagai tahapan persiapan seperti diskusi ide, kajian literatur, serta penyempurnaan konsep penelitian dan inovasi. Dosen pembimbing turut memberikan arahan agar proposal yang diajukan sesuai dengan pedoman PKM serta memiliki nilai kebaruan dan kebermanfaatan.
Koordinator Program Studi Teknik Telekomunikasi, Novalia Pertiwi, S.Pd., M.T. menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide inovatif yang berpotensi memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Program Studi Teknik Telekomunikasi berharap kedua tim tersebut dapat melanjutkan perjuangan hingga tahap seleksi nasional dan memperoleh pendanaan PKM. Prodi juga akan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada mahasiswa agar mampu berprestasi dalam berbagai program kompetitif tingkat nasional.
